Kafe Star Queen Kramatwatu Berubah Menjadi Tempat Dugem

281
SERANG,PIJARBANGSA CO.ID – Pemerintah Daerah kabupaten Serang telah mengeluarkan Edaran melalui Dinas Pariwisata terkait jam Operasional bagi para pengusaha tempat hiburan seperti Karaoke Keluarga, lain hal nya dengan pengusaha karaoke yang melanggar seperti Kafe Star Queen yang beralamat dijalan lingkar Selatan KM,1,8.Rt,003,Rw 003 Desa Harjatani Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang Banten  kerap melawan aturan  tentang jam Opersional.
Kafe Star Queen yang beroperasional disetiap harinya  seharusnya pada jam 12 Malam telah tutup pada hari kerja dan jam Satu malam pada hari Libur ,akan tetapi Kafe Star Queen tetap buka setiap harinya dan tutup pada jam tiga pagi pada hari biasa pada hari libur bisa mencapai jam empat subuh baru tutup, tentu telah melanggar aturan.
Pemilik Kafe STAR QUEEN bernama Buyanto yang berdomisili di kota Cilegon Bos Mise Jaya, Kafe Star Queen yang berdiri sejak tahun 2016 dan izin operasional Restoran dan Karaoke untuk Keluarga pada tanggal 04 – Desember- 2015,Surat izin usaha tersebut menggunakan nama orang lain yang bernama Hasani  staf di kantor desa Harjatani kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang Banten.
Kini Kafe Star Quen yang tadinya adalah Restoran dan Karaoke keluarga kini berubah menjadi Kafe Karaoke dan tempat DUGEM atau yang lebih dikenal Music DJ, kafe Star Queen juga menjual minuman-minuman keras  golongan kelas B dan Golongan Kelas C berkadar Ahkohol tinggi 5 % sampai dengan 55%.
Menurut Irwan Kasie Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang  mengenai Izin perdagangan minuman keras yang dikeluarkan oleh instansi tersebut ,” Kami pada tahun 2014 mengacu pada peraturan kementrian perdagangan untuk penjualan minuman keras asalkan dikonsumsi ditempat tersebut,terkait perda kabupaten Serang hal Pekat itu dibuat pada tahun 2006,jadi kami mengacu pada peraturan yang terbaru dan yang tertinggi,” ujarnya
Ditempat lain Hasani menjelaskan kepada media,” izin yang dibuat atas nama nya dan juga tentang penjualan minuman keras di Star Queen kepada para Remaja yang Masih Dibawah umur, Saya sudah mencabut izin atas nama saya dan hal tersebut telah saya laporkan kepada DPMPTSP kabupaten serang pada tanggal 25 april 2017 yang lalu, Ungkapnya
Terkait permohonan izin perdagangan minuman keras bukan saya yang memohon buktinya disitu tidak ada Foto saya, Saya sudah mundur dari Star Queen karena saya melihat ini sudah tidak benar dan juga melanggar aturan karena dulunya izin Restoran dan Karaoke keluarga sekarang berubah menjadi tempat dugem,karena dulu kenapa saya mau mengurus surat izin tersebut karena saya juga jualan JUSS disitu ,” Ujar Hasani.
Menanggapi permaksiatan tersebut Ketua LSM GP3B Elli menghimbau kepada pemilik Kafe Star Queen agar mentaati peraturan daerah  di Kabupaten Serang, lengkapilah ijin usaha yang jelas , Dan kepada pemda Kabupaten Serang agar menindak tegas kepada kafe Star Queen jika telah merubah fungsi usahanya dengan melakukan penutupan, tegas Elli (JK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here